Cakrabuana Agritan Jadi Andalan Percepat Luas Tambah Tanam di Denpasar
Denpasar, 23 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Bersama, Padi Varietas Cakrabuana Agritan yang diselenggarakan di Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pertanian Kota Denpasar ini merupakan bagian dari upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi reguler untuk mendukung Program Swasembada Pangan Nasional.
Kegiatan dihadiri oleh BRMP Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kota Denpasar, Lurah Peguyangan, Koordinator BPP Denpasar Utara, PPL Kecamatan Denpasar Utara, Pekaseh, serta petani Subak Sembung.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Anggreni Suwari, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa target Luas Tambah Tanam (LTT) Kota Denpasar tahun ini mencapai 3.559 hektare, lebih tinggi dibanding target sebelumnya sebesar 2.987,95 hektare. Di tengah tantangan alih fungsi lahan yang terus meningkat, seluruh petugas dan penyuluh diharapkan terus memperkuat koordinasi, pendampingan, dan pengawalan kepada petani agar target tersebut dapat tercapai.
Dalam program pengembangan padi seluas 450 hektare, beberapa varietas unggul dikembangkan, salah satunya Cakrabuana Agritan. Khusus di Subak Sembung, Varietas Cakrabuana Agritan ditanam pada lahan seluas 5 hektare di bawah pengelolaan Pekaseh I Made Dara Yasa.
PJ Kota Denpasar, Sagung Ayu Nyoman Aryawati, S.P., M.P., menjelaskan bahwa Cakrabuana Agritan merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) yang sangat prospektif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, terutama pada musim kemarau. Varietas ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi kekeringan sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani dalam menjaga produktivitas.
Selain adaptif terhadap iklim, Cakrabuana Agritan juga memiliki berbagai keunggulan, di antaranya umur sangat genjah sekitar 104 hari setelah semai atau 75–90 hari setelah tanam, tinggi tanaman sekitar 105 cm dengan batang kokoh dan tahan rebah, daun bendera tegak sehingga lebih aman dari gangguan burung, serta mampu menghasilkan 30–40 anakan produktif. Varietas ini menghasilkan gabah berbentuk panjang ramping, memiliki potensi hasil hingga 10,2 ton per hektare, menghasilkan nasi bertekstur pulen, tahan terhadap penyakit blas, serta sangat sesuai untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) baik di lahan irigasi maupun tadah hujan.
Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan Cakrabuana Agritan sebagai salah satu varietas yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
Untuk mengoptimalkan hasil budidaya, pengembangan varietas ini didukung melalui penggunaan benih bersertifikat, pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian, penerapan pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, serta manajemen budidaya sesuai standar SNI Indo-GAP (SNI 8969:2021).
Melalui Gerakan Tanam Bersama ini, BRMP Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong adopsi varietas unggul dan teknologi budidaya modern guna mempercepat pencapaian target Luas Tambah Tanam, meningkatkan produktivitas padi, serta memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Denpasar.
(Sagung & Tim LTT Denpasar)